Parenting dan Anak
Tangisan Umar Bin Khatab

Tangisan Umar Bin Khatab
Umar Ibnul Khattab radhiallahu anhu adalah sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras dan berdisiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat tegasnya tersebut beliau memiliki hati yang lembut.

Umar Ibnul Khattab radhiallahu anhu adalah sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras dan berdisiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat tegasnya tersebut beliau memiliki hati yang lembut.
 
Suatu hari beliau masuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam rumahnya, sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil di sisi Masjid Nabawi. Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di badan beliau.
 
Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah.
 
“Mengapa engkau menangis, ya Umar?” tanya Rasulullah.
 
“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra (Raja Kisra dari Persia) dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.
 
Rasulullah kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…?”
 
Beliau, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”
 
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561)
 









Parenting dan Anak Lainnya
Muhammad Teladanku
Muhammad Teladanku
Selasa, 10 September 2013 01:53 WIB
Muhammad Teladanku, buku best seller dari Sygma Daya Insani Ayah Bunda, pasti mau kan putra-putrinya berakhlak mulia? Pastinya. Setiap orang tua pasti akan bangga ketika anaknya berperilaku baik Ayah Bunda juga pasti tahu, siapa sosok dalam Islam yang memiliki akhlak paling mulia? Ya, beliau ada
5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi
5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi
Jum'at, 07 Oktober 2016 07:40 WIB
Ayah Bunda kita sudah mengetahui dampak memakan makanan yang haram. Salah satu makanan yang diharamkan oleh Allah adalah daging babi. Pernahkah Ayah Bunda ke pasar dan membedakan kedua jenis daging tersebut? Nyatanya para pedagang dipasar, ada yang menyatukan antara daging babi dan daging sapi. Ini perbedannya.
Manfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh
Manfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh
Senin, 23 September 2013 06:16 WIB
Sygmadayainsani.co.id - Manfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh - Adakah orang di dunia ini yang ingin sakit? Tentu tidak akan ada orang yang ingin mengalaminya. Tetapi, faktanya, tidak ada orang yang tidak pernah sakit. Sakit tiada lain merupakan bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Apabil
Hati Hati Saat Meniup Lilin 1400 Bakteri Menempel Di Kue Ulang Tahun
Hati Hati Saat Meniup Lilin 1400 Bakteri Menempel Di Kue Ulang Tahun
Jum'at, 04 Agustus 2017 10:01 WIB
Ayah Bunda, bagi sebagian orang masih merayakan ulang tahun. Ulang tahun yang dirayakan bukan hanya makan-makan tapi juga ada tradisi meniup lilin. Bagi setiap orang, meniup lilin adalah kesempatan langka. Biasanya hanya terjadi satu tahun sekali, saat kamu berulang tahun. Benar begitu?

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Galuh Kencono Wulan (WA/CALL 087788656022) Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya