Parenting dan Anak
4 Alasan yang Harus Diketahui Ayah Bunda Mengapa Anak Enggan Bercerita

4 Alasan yang Harus Diketahui Ayah Bunda Mengapa Anak  Enggan Bercerita
Kejadian pulang sekolah .... "hai dek tadi belajar apa?" "Ya sama kayak kemarin lah ma" Mama bertanya lagi "gimana tadi di sekolah" Adek jawab "ya gitulah ma" Mama masih penasaran dan melanjutkan pertanyaannya "kabar teman teman adek hari ini" Adek menjawab "ya asyik asyik aja" dan kemudian si adik pergi begitu saja, serta tinggallah mama yang gigit jari hehe 😁

Kejadian pulang sekolah ....
"hai dek tadi belajar apa?"
"Ya sama kayak kemarin lah ma"
Mama  bertanya lagi "gimana tadi di sekolah"
Adek jawab "ya gitulah ma"
Mama masih penasaran dan melanjutkan pertanyaannya  "kabar teman teman adek hari ini"
Adek menjawab "ya asyik asyik aja" 
dan kemudian si adik pergi begitu saja, serta tinggallah mama yang gigit jari hehe 😁
 
Ayah bunda sering kali  kita berharap anak2 akan bercerita banyak hal pada kita tentang kegiatannya.  Akan tetapi mereka tidak mampu melakukannya...
 
Kenapa bisa terjadi seperti ini ? Ada 4 hal yang harus kita perhatikan
 
1. Anak tidak memiliki minat bercerita dan bonding yang cukup dekat secara emosi dengan kita, sehingga merasa kurang nyaman berbagi cerita dengan orang tuanya. Mereka merasa lebih nyaman curhat dengan teman seusia mereka atau peer group
 
2. Anak tidak memiliki ketrampilan berbahasa yang cukup memadai untuk mengungkapkan ceritanya,  sehingga kalau diajak berkomunikasi kurang mampu memberikan respons seperti yang kita harapkan.
 
3. Anak tidak biasa berbagi cerita, karena memang tidak terbiasa dan juga jarang berkomunikasi.  Apabila  berkomunikasi dengan kita, mungkin sekedar perlu untuk menyampaikan kebutuhan dan keinginannya saja.
 
4. Selama ini kita tidak menyadari bahwa anak anak hanya kita ajarkan berbicara,  tapi bukan berbahasa. Ada hal mendasar belajar bicara dan belajar berbahasa.  Saat anak belajar berbicara mereka hanya belajar mengeluarkan suara dan menirukan suara serta bunyi. Baik itu dalam bentuk kosa kata dan bunyi bunyi lainnya tanpa memperhatikan kaidah aturan dalam berbahasa,  yang memiliki S,P,O dan K serta etika dalam berbahasa. Sedangkan dalam berbahasa terikat aturan baku tata bahasa, etika, sehingga makna informasi yang ingin disampaikan diterima dengan jelas, tepat dan benar.

apa yaa solusi untuk anak seperti ini?








Parenting dan Anak Lainnya
Penting ! 4 Tips Agar Selamat dari Fitnah Dunia
Penting ! 4 Tips Agar Selamat dari Fitnah Dunia
Selasa, 31 Januari 2017 08:19 WIB
Ayah Bunda, setiap muslim yang suka menasihati dan (juga sebagai) aktifis Islam tidak menginginkan dirinya dan umat Islam (terjatuh ke dalam fitnah), karena di dalam hatinya terdapat kewajiban menasihati dirinya sendiri dan hamba-hamba Allah yang beriman.
Merubah Dapur Menjadi Wangi dan Rapih Dengan 3 Cara Mudah
Merubah Dapur Menjadi Wangi dan Rapih Dengan 3 Cara Mudah
Minggu, 27 November 2016 04:08 WIB
Ayah Bunda, sebenarnya sangat wajar ketika kondisi dapur mudah kotor dan beraroma khas. Tapi, tentu akan lebih nyaman, sehat dan menyenangkan, bila tampilan bersih dan indahnya tetap dijaga dengan baik. Dapur cantik dan bersih memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Tak perlu cara yang rumit dan mahal. Cukup terapkan beberapa tips berikut ini yang cukup mudah dan murah
Kematian Sebagai Tanda Cinta
Kematian Sebagai Tanda Cinta
Senin, 23 September 2013 07:51 WIB
sygmadayainsani.co.id - Kematian Sebagai Tanda Cinta - Enak sekali jika memandang wajahnya. Ada kesejukan yang mengalir ketika bertatap muka dan berbincang dengannya. Memang, ia tidak seganteng Ricardo Kaka, seatletis Cristiano Ronaldo, atau sekekar Zlatan Ibrahimovic. Secara fisik ia tidak se-top p
Cara Berdagang Rasulullah Agar Berkah dan Berlimpah
Cara Berdagang Rasulullah Agar Berkah dan Berlimpah
Rabu, 08 November 2017 10:48 WIB
Ayah Bunda, sudah kah tahu bahwa suatu negara akan maju jika jumlah penduduk yang berwirausaha memiliki minimal 2 persen. Jika masyarakat Indonesia memiliki jiwa bisnis dan mau memebuat lapangan kerja sendiri maka akan sedikit jumlah pengangguran di Indonesia. Masalahnya mulai sejak kecil para orang tua mulai menyekoki anak bahwa "kamu kyang pintar ya nak supaya bisa kerja di tempat anu". Maka tidak heranlah jika anak tidak memiliki jiwa bisnis.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Galuh Kencono Wulan (WA/CALL 087788656022) Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya